Studi kasus
Perusahaan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI)
Chevron
Pacific Indonesia (CPI) adalah anak perusahaan dari
Chevron yang bertugas mengeksplorasi minyak yang ada di Riau. Sebelum diambil
alih oleh Chevron, perusahaan ini bernama Caltex Pacific Indonesia yang berdiri
pada tahun 1924. Para karyawan CPI ditempatkan di 4 kota di Riau yaitu Dumai,
Duri, Minas dan Rumbai. CPI juga merupakan perusahaan minyak kontraktor
terbesar di Indonesia, dengan produksi sudah mencapai 2 miliar barrel.
IT YANG
DIGUNAKAN OLEH Chevron Pacific Indonesia (CPI)
Seiring dengan
pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi dan mengarah
kepada kompetitor global, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) memiliki dan
menerapkan teknologi informasi untuk proses pengadaan barang dan jasa
(e-procurement) untuk memenuhi kebutuhan operasinya. CPI adalah perusahaan
minyak dan gas Indonesia yang pertama kali menerapkan modul buyer, disamping
modul sourcing, contract dan modul analisis dengan memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi untuk meningkat kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan
dan mendistribusikan informasi ke publik. Saat ini ada beberapa perusahaan
minyak dan gas Indonesia yang telah menerapkan teknologi informasi dengan
memanfaatkan kemajuan di bidang IT. Untuk pengadaan proses barang dan jasa
dengan aplikasi berbasis web.
Kajian penerapan
teknologi informasi di PT. Chevron Pasific Indonesia(CPI) bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana penerapannya bermanfaat bagi public. Untuk menilai
kinerja system, perlu ditentukan stakeholder terkait, criteria penilaian dan
indicator yang dinilai. Penerapan teknologi antara lain harus memenuhi kriteria
tepat guna (user friendly), hemat biaya (cost saving), hemat waktu (reduce
cycle time), serta memiliki infrastruktur yang memadai. Sedangkan sebagai
Perusahaan Kontraktor Kerjasama bagi hasil (KKKS) harus memenuhi rasa keadilan
dan transparansi, serta sesuai hukum atau perundangan yang berlaku. Pembahasan
dan analisa dilakukan secara statistik deskriptif terhadap kuesioner yang
didistribusikan secara purposif sampling. Analisis kualitatif juga dilakukan
terhadap jawaban terbuka kuesioner dan hasil wawancara terhadap pimpinan
tertinggi Supply Chain Management (SCM) Chevron di Indonesia dan staf BPMIGAS.
MANFAAT
PENGGUNAAN IT
Penggunaan
E-Procurement akan mengurangi biaya dan menambah profitabilitas. Prinsip –
prinsip E-procurement menguntungkan bagi perusahaan yang menerapkannya seperti
manfaat yang di dapat oleh Chevron
Prinsip-prinsip
dari e-procurement adalah:
At the right
place.
Delivered at the
right time.
Are of the right
quality.
Of the right
quantity.
From the right
source.
Source :